Recent Comments

PETUALANGANKU DARI SOLO HINGGA JAKARTA



Universitas Indonesia. Kampus dengan sejuta warna dan pesona, yang telah menggoreskan tinta emas dalam sejarah pendidikan di negeri ini. Setiap awal tahun ajaran baru berpuluh-puluh ribu hingga beratus-ratus ribu orang saling sikut-menyikut demi mendapatkan pendidikan yang berkualitas di kampus ini. Berbagai latar belakang adat istiadat, daerah, budaya, agama, dan kelas ekonomi serta sosial pun mewarnai kehidupan di kampus ini, mulai dari Sabang hingga Merauke.
Berawal dari sosialisasi dan presentasi ADIGUNA UI (Surakarta Hadiningrat Guyub Kelana Universitas Indonesia) di pertengahan bulan Januari 2010, saya mengenal profil UI lebih dekat. Sejak itu, saya sering mengakses informasi-informasi yang berhubungan tentang UI, mulai dari jalur masuk, program studi, fasilitas, biaya pendidikan, beasiswa, dan lain sebagainya. Tapi, Jakarta jauh bro! Belum lagi tidak ada saudara yang ada di Jakarta. Bisa-bisa hidup sebatang kara di sana.
Hari-hari sebagai siswa kelas XII SMAN 1 Karanganyar, saya lalui dengan berbagai macam cobaan, mulai dari yang senang, susah, aneh sampai konyol sekalipun. Ketika itu saya masih terlalu banyak memiliki pilihan yang harus diambil dalam hidup saya. Mau kuliah? Mau kerja? Atau malah mau nikah? Dengan berbagai renungan dan pertimbangan, saya memilih melanjutkan kuliah. Kuliah di mana? Ambil jurusan apa? Perlu waktu yang panjang untuk memutuskan ini. Singkat cerita, saya putuskan tujuan utama kuliah di suatu universitas negeri terkenal di daerah Yogyakarta (karena tidak terlalu jauh dengan rumah). Untuk urusan jurusan, saya putuskan ambil Psikologi, Sastra Nusantara, dan Sosiologi. Kenapa harus Sastra Nusantara? Karena berangkat dari rasa keprihatinan saya terhadap budaya Jawa yang semakin hari tampaknya semakin kehilangan rohnya. Kenapa memilih Psikologi atau Sosiologi? Karena saya suka dan berminat belajar tentang manusia dan kehidupan sosialnya, entah prospek kerjanya jadi apa, saya tidak terlalu ambil pusing, yang penting minat dan niat. Selain itu, ilmu sosiologi sudah saya pelajari di SMA, tinggal mengembangkan. Pilihan alternatif saya selanjutnya mau kuliah di jurusan Sosiologi suatu universitas negeri di Surakarta.

Tak terasa bulan Januari sudah hampir habis, saya kala itu sudah mendaftar dua universitas negeri di Yogyakarta dan Surakarta melalui jalur UM dan PMDK. Pada 1 Maret 2010, alhamdulillah saya diterima melalui jalur PMDK. Rasa senang, bahagia sekaligus bingung kala itu karena universitas tersebut bukan tujuan utama saya. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya melepas status saya sebagai calon mahasiswa universitas tersebut karena pada saat yang bersamaan dengan registrasi ulang juga diadakan UM universitas yang berada di Yogyakarta.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu pengumuman UM dan ternyata saya kurang beruntung. Ya itung-itung buat pemanasan SNMPTN lah, hhhe. Bulan Mei pun segera menyusul dan saya alhamdulillah diterima di prodi Jawa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Perasaan senang, bangga, dan lagi-lagi bingung menghantui saya. Akhirnya, saya putuskan untuk mengambilnya karena sudah memperoleh BOP Berkeadilan dan Beasiswa Bidik Misi 2010. Restu dari kedua orang tua dan keluarga pun mengiringi kepergianku untuk kuliah di UI.

Dari cerita singkat kisah perjalananku tersebut, tidak serta merta lancar-lancar saja. Banyak halangan dan rintangan yang membumbuinya. Ketika kita menemui kegagalan, maka ada kesalahan dari diri kita dan kegagalan merupakan proses dari sebuah keberhasilan. Bagi saya pilihan yang tepat dan prinsip hidup yang kuat akan menghantarkan kita menuju jalan keberhasilan. Mengapa sih harus prodi Jawa? Saya terlahir di Karanganyar, Surakarta delapan belas tahun silam. Di lingkungan budaya Jawa saya dibesarkan dan budaya Jawa ini mengajarkan makna kehidupan yang luhur. Tetapi, sekarang tidak sedikit pemuda yang punya rasa "peduli". Ketika hasil-hasil budaya diakui sebagai milik negara lain, kita seperti kebakaran jenggot dalam menyikapinya. Yang penting itu tindakan, Bung! Bukan sekedar omongan kosong dan teriakan belaka. Salam Budaya!
Arif Nur Setiawan

Angkatan 2010

Program Studi Sastra Jawa

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya


Sumber: http://ayomasukui.com/?p=1168

Instagramku