Recent Comments

Apakah Filsafat itu?



oleh Arif Nur Setiawan, 1006699745
Program Studi Jawa FIB UI

Filsafat dalam bahasa Inggris, yaitu philosophy. Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia, yang terdiri atas dua kata: philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan shopia (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, dan inteligensi). Dapat disimpulkan sementara, secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran. Plato menyebut Socrates sebagai philosophos  atau filosof dalam pengertian pencinta kebijaksanaan.[1] Kata falsafah yang berarti pencarian yang dilakukan oleh para filosof merupakan arabisasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata filsafat menunjukkan pengertian yang dimaksud, yaitu pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab asal, dan hukumnya. Pada dasarnya, manusia filosofis adalah manusia yang memiliki atau mempunyai kesadaran diri dan akal sekaligus memiliki jiwa yang independen dan bersifat spiritual.
Bilamana kita pakai bahasa Jawa sendiri, maka filsafat berarti: ngudi kasampurnan, berusaha mencari kesempurnaan. Sebaliknya philosophia Yunani dibaca dengan bahasa Jawa menjadi: ngudi kawicaksanan.[2]
Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran/ rasio belaka. Terdapat beberapa definisi filsafat menurut para ahli[3], yaitu:  

  • Menurut Harun Nasution filsafat adalah berfikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tak terikat tradisi, dogma atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalan. 
  • Menurut Plato ( 427-347 SM) filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada. Aristoteles (384-322 SM) yang merupakan murid Plato menyatakan filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda.
  • Marcus Tullius Cicero (106 – 43 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha untuk mencapainya.
  • Al Farabi (wafat 950 M) filsuf muslim terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakekatnya yang sebenarnya.
  • Immanuel Kant (1724 – 1804) menyatakan bahwa filsafat adalah ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya 4 persoalan : yaitu (1) apakah yang dapat kita ketahui (dijawab dengan Metafisika) ,(2) Apakah yang boleh kita kerjakan (dijawab dengan etika), (3) Sampai dimanakah pengharapan kita (dijawab dengan agama) (4) Apakah yang dinamakan manusia (dijawab dengan antropologi).
  • Harold H. Titus mengemukakan 4 pengertian filsafat adalah sebagai berikut: (1) satu sikap tentang hidup dan tentang alam semesta (Philosophy is an attitude toward life and the universe); (2) filsafat adalah satu metode pemikiran reflektif dan penyelidikan Akliah (Philosophy is a method of reflective thinking and reasoned inquired); (3) filsafat adalah satu perangkat masalah ( philosophy is a group pf problems); (4) fissafat ialah satu perangkat teori atau isi pikiran (philosophy is a group of system of though).[4]
  • Prof. Dr. Fuad Hassan guru besar psikologi Universitas Indonesia menyimpulkan bahwa filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berfikir radikal dalam arti mulai dari radix suatu gejala dari akar suatu hal yang hendak dimasalahkan, dan dengan jalan penjajagan yang radikal filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.
  • Al- Farabi mengatakan bahwa filsafat adalah mengetahui semua yang wujud karena ia wujud.(al-ilm bil maujudat bimahiya maujudah). Tujuan terpenting mempelajari filsafat adalah mengetahui tuhan, bahwa ia esa dan tidak bergerak, bahwa ia memjadi sebab yang aktif bagi semua yang ada , bahwa ia mengatur alam ini dengan kemurahan, kebijaksanaan dan keadilan-Nya, Seorang filosof atau al hakim adalah orang yang mempunyai pengetahuan tentang zat yang ada dengan sendirinya (al-wajibli-dzatihi), Wujud selain Allah , yaitu mahluk adalah wujud yang tidak sempurna.
  • Ikwanushafa bagi golongan ini, filsafat itu bertingkat-tingkat , pertama cinta kepada ilmu, kemudian mengetahui hakikat wujud-wujud, menurut kesanggupan manusia dan yang terakhir ialah berkata dan berbuat sesuai ilmu mengenai lapangan filsafat diketahui ada 4 yaitu matematika, logika, fisika dan ilmu ketuhanan. Sedang ilmu ketuhanan mempunyai bagian: (1) mengenal Tuhan; (2) ilmu kerohanian yaitu malaikat; (3) ilmu kejiwaan (4) ilmu politik (politik kenabian, politik pemerintahan, politik umum, politik khusus); dan (5) ilmu akherat.[5]
  • IBNUSINA Pembagian filsafat bagi Ibnu sina pada pokoknya tidak berbeda dengan pembagian yang sebelumnya, filsafat teori dan filsafat amalan. Filsafat ketuhanan menurut Ibnu Sina adalah: (1) ilmu tentang turunnya wahyu dan mahluk-mahluk rohani yang membawa wahyu itu, dengan demikian pula bagaimana cara wahyu itu disampaikan, dati sesuatu yang bersifat rohani kepada sesuatu yang dapat dilihat dan didengar; (2) ilmu akherat (Ma’ad) antara lain memperkenalkan kepada kita bahwa manusia ini tidak dihidupkan lagi badannya, maka rohnya yang abadi itu akan mengalami siksa dan kesenangan.[6]
  • AL-KINDI ,diikalangan kaum muslimin, orang yang pertama memberikan pengertian filsafat dan lapangannya adalah Al-kindi, ia membagi filsafat 3 bagian : (1) Thibiyyat (ilmu fisika) sebagi sesuatu yang berbenda; (2) al-ilm-urriyadli (matematika) terdiri dari ilmu hitung , tehnik, astronomi, dan musik, berhubungan dengan benda tapi punya wujud sendiri, dan yang tertinggi adalah (3) ilm ur-Rububiyyah (ilmu ketuhanan)/ tidak berhubungan dengan benda sama sekali.
  • Prof. I.R. PUDJAWIJATNA menerangkan juga ”Filo” artinya cinta dalam arti seluas-luasnya yaitu ingin dan karena ingin itu selalu berusaha mencapai yang diinginkannya . “Sofia” artinya kebijaksanaan artinya pandai, mengerti dengan mendalam.[7]
  • P.J Zoetmulder mengatakan bahwa pengetahuan (filsafat) senantiasa hanya merupakan sarana untuk mencapai kesempurnaan.[8]
  • Bertrand Russel mengatakan definisi ‘filsafat’ akan bersifat aneka ragam dan mempunyai corak sesuai dengan filsafat yang kita anut masing-masing.[9]
Dari beberapa uraian mengenai definisi filsafat di atas, dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah unik dan sangat sulit untuk mendefinisikannya secara memuaskan. Menurut saya, filsafat adalah keseluruhan pemikiran manusia mengenai alam semesta beserta isinya yang digunakan untuk mencari kebenaran, kebijaksanaan, dan kesempurnaan.


Daftar Pustaka
Buku
Anshari, Endang Saifuddin. (1979).  Ilmu, Filsafat, dan Agama. Surabaya: Bina Ilmu.
Ciptoprawira, Abdullah. (2000). Filsafat Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.
Hanafi, Ahmad. (1990). Pengantar Filsafat Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Internet
Liza. “Pengantar Filsafat dan Ilmu”. Style Sheet.
http://mekar.files.wordpress.com/2008/03/ipul.pdf  (25 Februari 2012, pukul 20:33)
---. “Filsafat Ilmu”. Style Sheet.
http://usupress.usu.ac.id/files/Filsafat%20Ilmu%20dan%20Metode%20Riset_Normal_bab%201.pdf  (26 Februari 2012, pukul 22: 42 WIB)



[1]  ---, Filsafat Ilmu, hal 1
[2]  Abdullah Ciptoprawiro, Filsafat Jawa (Jakarta: Balai Pustaka, 2000), 14
[3]  Liza, Pengantar Filsafat dan Ilmu, hal 4 -5
[4]  Endang Saifuddin Anshari, Ilmu, Filsafat, dan Agama (Surabaya: Bina Ilmu, 1979), 79
[5]  Ahmad Hanafi, Pengantar Filsafat Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1990), 8
[6]  Ibid., 8-9
[7]  Endang Saifuddin Anshari, Ilmu Filsafat dan Agama (Surabaya: Bina Ilmu, 1979)
[8]  Abdullah Ciptoprawiro, Filsafat Jawa (Jakarta: Balai Pustaka, 2000), 14
[9]  Ibid,. 16

Instagramku